04 Maret 2008

Citibank Peka

Sumber : http://www.citibank.co.id/APPS/portal/loadPage.do?tabNo=1&htmlPageName=/info/det/citibank_peka_education.htm

Pendidikan bagi Generasi Mendatang


1) CREATING LEARNING COMMUNITIES FOR CHILDREN

CLCC atau lebih dikenal dengan Manajemen Berbasis Sekolah, adalah program yang bertujuan untuk meningkatkan pendidikan dasar di Sekolah Dasar, membentuk sebuah sistem manajemen pendidikan yang transparan dan efektif untuk mengelola sumber dana, serta untuk melibatkan orang tua dan masyarakat dalam mendukung terciptanya kualitas pendidikan yang lebih baik.

Citibank Peka menyediakan dana sebesar US$ 346,000 untuk menjalankan program selama 3 tahun dengan United Nations Children's Fund (UNICEF) di empat daerah di Indonesia, termasuk 85 sekolah dasar yang terletak di daerah Sukabumi, Indramayu, Surakarta, Tulungagung (Surabaya). Program ini ditargetkan untuk 20.000 anak, 400 pemimpin masyarakat, dan 650 guru. Program ini diluncurkan pada bulan Agustus 2004.


2) KARTIKA SOEKARNO FOUNDATION – GIANYAR

Citibank Peka juga bekerja sama dengan Yayasan Kartika Soekarno dan menyediakan
US$50,000 untuk menjalankan program Manajemen Berbasis Sekolah yang ditargetkan untuk 3.500 orang anak-anak di 15 sekolah dasar di Gianyar, Bali.


3) CITIGROUP SUCCESS FUND (CSF)

CSF memberikan tantangan bagi para guru untuk berpikir kreatif dan menawarkan kesempatan untuk melaksanakan ide-ide kreatif mereka. CSF adalah kerjasama antara Citibank Peka dan Hope Worldwide Indonesia. Program ini menyediakan dukungan finansial untuk para guru SMU di Jakarta, Depok, Tangerang, Bekasi, Bandung, Surabaya, dan Semarang untuk merealisasikan program inovatif serta aktivitas yang memperkenalkan komunikasi dua arah antara guru dan murid, mempererat persahabatan antara para murid, dan meningkatkan kepekaan sosial and rasa tanggung jawab para murid.

Citibank Peka menyediakan lebih dari US$500,000 untuk menjalankan berbagai program di Indonesia sejak pertama kali diluncurkan pada bulan Mei 2003. Sebanyak 199 guru SMU yang telah menerima dana CSF dan melaksanakan ide-ide kreatif mereka dengan melibatkan 12.600 murid SMU dan bantuan lebih dari 450 karyawan relawan dari Citigroup setiap tahunnya.

Juri CSF terdiri dari wartawan senior dari media cetak di Jakarta, Bandung, Semarang, dan Surabaya serta dan pakar-pakar pendidikan di Indonesia.


4) CITIGROUP UNIVERSITY BANKING SCHOLARSHIP

Program ini dimulai pada bulan September 2004, bekerja sama dengan Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia dan Yayasan Mitra Mandiri.

Sejak pertama kali diluncurkan, Citibank Peka telah menyediakan US$160,000 untuk beasiswa kepada 23 mahasiswa untuk menyelesaikan program pascasarjana selama dua tahun.

Pengembangan Komunitas dan Kewirausahaan



5) PROGRAM SERTIFIKAT MANAJEMEN LSM

Citibank Peka bekerja sama dengan National Democratic Institute for International Affairs (NDI) dan Pusat Kajian Global Civil Society Studies (PACIVIS) UI menyelenggarakan pelatihan Program Sertifikat Manajemen LSM. Program yang pertama kali diluncurkan pada 1 Maret 2004 ini memberikan pelatihan selama dua minggu bagi LSM dari seluruh Indonesia.

Area yang menjadi fokus pengajaran adalah manajemen keuangan, pengelolaan jejaring/pengadaan dana, dan mekanisme relawan. Citibank Peka telah menyediakan dana sebesar US$300,000 dolar Amerika untuk menjalankan program ini selama tiga tahun sejak program ini pertama kali diluncurkan di tahun 2004. Program pelatihan ini dilaksanakan dua kali setahun, dan dihadiri 30 LSM dari seluruh Indonesia.


6) PENGHARGAAN CITIGROUP MICROENTREPENEURSHIP

Tujuan dari pelaksanaan program GMA 2005, yang didanai oleh Citigroup dan UNDP dan dijalankan oleh UKM-Center FEUI, sejalan dengan Millennium Development Goals (MDGs) yaitu mengurangi hingga setengah penduduk miskin dunia pada tahun 2015 dengan memberdayakan perekonomian rakyat miskin.

Mekanisme program GMA diawali dengan nominasi pengusaha mikro terbaik yang dilakukan oleh lembaga keuangan mikro yang memberi kredit, antara lain yaitu BPR, BPRS, Bank Pasar / Bank Desa, BKPD, BPR Pegawai, BPR-BKD, Koperasi, BMT, LSM, KSM, UEDSP, UPPKS, Arisan, Lembaga Simpan Pinjam dan Pegadaian.

Pemenang akan terbagi dalam tiga kategori berdasarkan aset di bawah Rp5 juta, Rp5-50 juta dan di atas Rp50 juta. Dua pemenang akan dipilih dari setiap kategori.

Proses seleksi GMA melibatkan lima juri yang terdiri dari perwakilan dari Bank Indonesia, media massa, pengusaha dan kalangan akademisi. Adapun kriteria yang digunakan dalam proses seleksi adalah berkaitan dengan penetapan nilai tambah kuantitatif, yaitu penilaian berdasarkan nilai tambah ‘bisnis’ bagi pengusaha; serta penetapan nilai tambah kualitatif, yaitu penilaian berdasarkan nilai prospek usaha, dan keterlibatan wanita, kaum muda serta kaum cacat sebagai pelaku usaha.

Para nominator dan pejabat pemberi kredit dari Lembaga Keuangan Mikro akan diberikan penghargaan dari pihak penyelenggara, sementara pemenang memperoleh hadiah dengan total sebesar Rp100 juta.

7) CITIGROUP – AIM MFI MANAGEMENT TRAINING ACCREDITATION PROGRAM

Menjawab kebutuhan akan pelatihan dan pembangunan kapasitas bagi sector MFI (Micro Finance Institution), Citigroup dan Asian Institute of Management (AIM) yang berkantor di Manila melaksanakan program Citigroup-AIM MFI Management Training Accreditation Program (MTAP).

AIM menggunakan empat modul pelatihan (Program Pengembangan Manajemen Microfinance), Pelatihan Berkualitas untuk MFI, Manajemen Kredit dan Risiko untuk MFI dan Manajemen Finansial bagi MFI) – dalam melaksanakan kursus ‘train-the-trainer’ ke lebih dari 100 trainer dari berbagai MFI di 10 negara di kawasan Asia Pasifik. Para trainer ini diproyeksikan mampu menyampaikan lebih dari 400 kursus, dan menggapai sekitar 8.600 peserta di negara mereka masing-masing. Sebanyak 14 perwakilan dari 7 MFI di Indonesia telah berpartisipasi dalam modul pelatihan yang pertama dan kedua.

Pendidikan Finansial


8) CITIGROUP UNIVERSITY BANKING COURSE

Citibank Peka bersama-sama dengan Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (FEUI) memberikan 3 kredit untuk mata kuliah "Manajemen Perbankan". Mata kuliah ini dibawakan oleh para senior staff dari Citigroup. Para pengajar ini dibantu oleh beberapa staff pengajar dari FEUI.

Program ini pertama kali dimulai pada bulan September 2002 dan menerima sambutan yang hangat baik dari pelajar maupun dosen relawan. Sebanyak 50 mahasiswa/mahasiswi mengikuti kelas ini setiap tahun. Ini adalah bentuk kerjasama yang pertama antara sebuah institusi swasta dengan universitas di Indonesia.

Bantuan Bencana Alam Citibank Peka


9) PROGRAM CITIBANK PEKA UNTUK REKONSTRUKSI JAWA TENGAH

Bantuan dana sebesar US$25,000 dari Citigroup Foundation digunakan untuk menyediakan klinik berjalan yang dioperasikan oleh Hope Worldwide Indonesia untuk melayani para korban gempa bumi. Unit klinik berjalan ini menyediakan perawatan kesehatan dasar serta membagikan kebutuhan dasar seperti makanan, tempat tinggal, dan alat-alat sanitasi bagi para korban.

Klinik ini juga menyelenggarakan sejumlah kegiatan bermain, menggambar, menyanyi, dan penyusuluhan psikososial kreatif bagi anak-anak.

Klinik ini akan terus berjalan setelah melewati masa darurat, sehingga diharapkan mampu melipatgandakan dampak bantuan setelah masa darurat hingga menggapai 20.000 anak melalui berbagai kegiatan untuk meningkatkan keseharan yang dilakukan oleh Hope Worldwide Indonesia.

Sebagai tambahan, lebih dari US$15,000 telah dikumpulkan oleh karyawan Citigroup. Jumlah yang sama juga berhasil dikumpulkan dari Citigroup Foundation and donasi nasabah Citigroup. Bantuan dana ini akan disalurkan melalui Hope Worldwide Indonesia untuk membantu program pemulihan bagi para korban gempa di Jawa Tengah dan sekitarnya.

Sukarelawan dari para karyawan Citigroup berinisiatif untuk membantu para korban gempa:

Empat hari setelah gempa terjadi, seorang karyawan Citigroup Jakarta datang sebagai sukarelawan di RS Sarjito Yogyakarta dan menghabiskan tiga hari untuk membantu staff medis dalam merawat para korabn. Pada hari keempat, ia membantu membersihkan dan mempersiapkan alat-alat medis rumah sakit.
Citibikers, klub yang didirikan oleh para penggemar sepeda motor berpartisipasi dalam beberapa kegiatan. Lebih dari 100 anggota klub, bekerjasama dengan Global TV membagikan makanan dan air bersih kepada para korban. Di bulan Agustus, mereka juga akan melakukan kunjungan ke lokasi bencana dan menyalurkan bantuan.
Tanggal 5 Juni, lebih dari 90 karyawan Citigroup di gedung Jamsostek Jakarta melakukan kegiatan donor darah yang dilaksanakan oleh Palang Merah Indonesia (PMI), dan community partners, Jatis Solusindo, Holcim, dan Keluarga besar Muslim Jamsostek.


10) BANTUAN BENCANA TSUNAMI RELIEF DAN REKONSTRUKSI


Dukungan dana sejumlah Rp5 milyar (˜USD500,000) dan USD1,805,000 didistribusikan dengan pembagian sebagai berikut:

USD 250,000 (˜ Rp 2.5 milyar) diserahkan kepada International Red Cross (IRC) untuk kegiatan tanggap darurat yang disalurkan oleh Palang Merah Indonesia (PMI).
Rp 5 milyar (˜ USD 500,000) diserahkan kepada Habitat for Humanity Indonesia (HHI) untuk pembangunan 200 rumah di desa Tibang dan 100 rumah di desa Mulia, Banda Aceh. Dana ini diperoleh dari Citigroup Foundation, donasi dari nasabah Citibank di Indonesia dan hasil pengumpulan dana dari 500 karyawan Citigroup di 20 negara.
USD 1,125,000 (˜ Rp 11.25 milyar) diserahkan kepada International Red Cross (IRC) sebagai tambahan bantuan untuk kegiatan tanggap darurat dan rekonstruksi di Banda Aceh dan Nias.
USD 100,000 (˜ Rp 1 milyar) diserahkan kepada Yayasan Bina Swadaya untuk pelaksanaan program Pemberdayaan Masyarakat Desa Tibang dan Desa Mulia, Banda Aceh. Dana tersebut digunakan untuk membangun dan melaksanakan:

» Survey dan analisis program untuk menentukan kegiatan berkelanjutan yang mendukung pengembangan ekonomi

» Pembentukan program Self-Help melalui pelatihan dan pendidikan

» Struktur kredit microfinance dan penyebaran jaringan
USD100,000 disalurkan kepada Yayasan Hope Indonesia untuk melaksanakan berbagai kegiatan bantuan di Kepulauan Nias, seperti:

» Pengadaan makanan dan terapi kepada 200 anak

» Pendidikan kesehatan dan kebersihan untuk 20,000 anak selama tiga bulan

» Pengajaran bahasa Inggris untuk 200 anak selama 3 bulan sebagai kurikulum tambahan di sekolah mereka

» Pembangunan pusat pendidikan masyarakat (Community Learning Center) di Gunung Sitoli dengan sarana perpustakaan, komputer dan auditorium.
USD 130,000 (˜ Rp.1.3 milyar) kepada Foundation for Development Cooperation (FDC)* untuk meningkatkan efektivitas dan kapasitas jaringan local Microfinance Institution (MFI). Proyek tersebut termasuk didalamnya;


» Program pelatihan (regional dan lokal) pembangunan kapasitas (capacity building) MFI khususnya untuk MFI yang beroperasi di daerah krisis.

» Perluasan dan pembentukan jaringan MFI lokal

» Pengembangan Disaster Readiness Plan untuk MFI di wilayah yang bencana

» Peningkatan dialog antar stakeholders mengenai kredit usaha mikro dalam situasi krisis bencana

» Sesi Training of Trainers (TOT) dengan topik Microfinance dan Disasters yang baru dilaksanakan pada 30 Mei – 1 Juni 2006. Sebanyak 12 peserta terpilih sebagai partisipan dalam sesi TOT. Organisasi yang bergabung dalam program ini adalah PESAT, Dian Mandiri, Mercy Corps, Oxfam, CARE dan Save the Children.
USD 100,000 (˜ Rp. 1 milyar) diserahkan kepada Mercy Malaysia untuk:


» Pembangunan perpustakaan dan pengadaan buku dan fasilitas komputer untuk tiga Yayasan Yatim Piatu di Banda Aceh: Yayasan Dayah Daruzzaidin di Kuta Baro, Rumah Anak Yatim Babu Najah di Ulee Kareng dan Kayee Kunyit, dan

» Menyelenggarakan 2 program pelatihan untuk korban tsunami mengenai pembangunan keamanan (dana ini diberikan oleh Citigroup Foundation).

Dukungan relawan

50 karyawan Citigroup Indonesia menyumbangkan waktu bekerja sebagai relawan di kantor pusat Palang Merah Indonesia (PMI), Jakarta tiga bulan (Januari-Maret 2005). Kegiatan relawan yang dilakukan termasuk tugas administrasi, melayani telpon, memperbaharui informasi di situs web PMI, serta mengemas berbagai sumbangan yang diterima PMI dari masyarakat.
25 karyawan Citigroup Indonesia membantu kegiatan angkutan paket bantuan untuk korban di Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma. Kegiatan ini dilaksanakan bersama dengan American Chamber of Commerce dan US Agency for International Development.
Citigroup menyediakan peralatan kantor dan komputer kepada United Nations Joint Logistics Center (UNJLC) Tsunami Operation di kantor UN World Food Program di Jakarta.
Citigroup Indonesia dipilih untuk mewakili masyarakat bisnis internasional dan asing pada pertemuan dengan Presiden Bill Clinton. Pertemuan ini dikoordinasi oleh United Nations Office for the Coordination of Humanitarian Affairs, American Chamber of Commerce, dan Indonesian Chamber of Commerce.


11) CITIGROUP INDONESIA DONOR DARAH

Citibank Peka secara regular mengadakan gerakan donor darah bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia. Sebanyak 450 karyawan Citigroup Indonesia di Jakarta mendonorkan darah mereka untuk PMI. Sebanyak 20 orang relawan Citibank Peka membantu dalam komunikasi internal dan persiapan logistik untuk gerakan donor darah tersebut.


12)
CITIBANK PEKA FLOOD RELIEF PROGRAM

Merujuk pada bencana banjir besar yang melanda Jakarta beberapa tahun lalu, Citibank Peka mendirikan sebuah Command Center pada bulan Februari 2002 yang buka 24 jam selama 7 hari pada tanggal 2 – 8 Februari. Sebanyak 129 karyawan Citigroup menjadi relawan di Command Center tersebut dan beroperasi dalam 3 shift sehari.

Sebagai tambahan, para karyawan mengumpulkan dana sebanyak US$10,000. Jumlah yang sama juga didonasikan oleh Citigroup Indoensia. Dana tersebut digunakan untuk bantuan bencana banjir, penyediaan makanan dan pengadaan obat-obatan.

Bantuan Untuk Lingkungan Hidup


13) NEW VENTURES INDONESIA


Citibank Peka bermitra dengan World Resources Institute dan Yayasan Bina Usaha Lingkungan (YBUL) dan IFC's PENSA (Program for Eastern Indonesia SME Assistance) mengadakan program Capacity Building seperti seminar dan workshops untuk mendukung pengusaha kecil dan menengah. Program ini ditujukan bagi pengusaha kecil dan menengah untuk mendukung pembentukan usaha yang berkesinambungan dengan mempercepat transfer modal usaha untuk meningkatkan peluang investasi yang memperhatikan keuntungan bagi lingkungan dan sosial.


14) Forestry Monitoring, Assessment & Transparent System

Menjawab kebutuhan akan manajemen data yang terpercaya serta untuk menghapuskan penebangan ilegal, Citigroup Foundation memberikan dana sebesar US$100,000 untuk divisi Forest Watch dari The World Resources Institute untuk mengembangkan sistem manajemen monitoring, assessment dan transparan yang bisa diakses di seluruh Indonesia. Program ini dilaksanakan bekerja sama dengan World Bank dan USAID.

Setiap tahun, sistem ini mengumpulkan data, menganalisa dan mengarsipkan batasan resmi berbagai zona hutan di Indonesia, dan dengan menggunakan satelit, mengumpulkan gambar daerah-daerah yang tempat pelaksanaan reboisasi.




1 komentar:

M. Wiyono mengatakan...

tolong beri kabar gembira terbaru jika ada info terbaru dari CSR atau CITIBANpeka ke email kami

mencoba1@gmail.com