27 Februari 2008

BUMN Peduli Bangun Kembali Dua SD


Tanggal :
25 Februari 2008
Sumber : http://www.padangekspres.co.id/content/view/2876/1/



Padang, Padek--
BUMN Peduli Bangun Kembali Dua SD Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang tergabung dalam BUMN Peduli membangun kembali SDN 16 Nan Balimo Kota Solok dan SD Islam Muhammadiyah Simabur Kabupaten Tanahdatar, kedua SD ini rusak berat akibat gempa 6 Maret 2007 lalu. Pembangunan ulang dua SD ini merupakan bagian dari pembangunan delapan SD yang direncanakan
dengan alokasi dana mencapai Rp13,5 miliar.Peletakan batu pertama pembangunan SDN 16 Nan Balimo Kota Solok dilakukan Pimpinan Wilayah BRI M Irfan mewakili Konsorsium BUMN, didampingi Wakil Wali Kota Solok Irzal Ilyas, sekitar pukul 10.00 WIB, Jumat (22/2). Selang 4 jam kemudian, dilakukan peletakan batu pertama pembangunan SD Islam Muhammadiyah Simabur Kabupaten Tanahdatar oleh Direksi Keuangan PT Semen Padang Epriliono Budi, didampingi Wakil Bupati Tanahdatar Aulizul Suib. Turut hadir Pimpinan Permodalan Nasional Madani (PNM) yang juga Ketua Tim BUMN Peduli Haryono, Ketua Pelaksana yang juga pimpinan PT Jiwa Swara Syarifuddin, Zainal Abidin mewakili Gubernur Sumbar, tokoh masyarakat dan pimpinan BUMN se-Sumbar.

Haryono mengatakan, pembangunan dua SD dari dana program Corporate Social Responsibility (CSR) dan sering disebut Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL) itu ditargetkan rampung dalam empat bulan mendatang. Bangunan sekolah tersebut nantinya terdiri dari ruang belajar, ruang guru, perpustakaan, UKS dan beberapa ruang lainnya. Tiap SD akan dibangun ulang secara keseluruhan dengan anggara minimal Rp1,2 miliar untuk setiap sekolahnya. Setelah pembangunan rampung akan dilanjutkan kepada pengadaan perlengkapan belajar. “Setiap sekolah yang kita pilih harus memenuhi beberapa kriteria khusus yang disurvei tim dari BUMN Peduli. Selanjutnya sekolah tersebut akan dirobohkan dan dibangun ulang secara keseluruhan. Ketahanan konstruksi bangunan dan kenyamanan siswa menjadi prioritas kita nantinya. Dengan rangka atap dari baja dan kontraktor dari PT Hutama Karya dan PT Waskita Karya. Semua dilakukan dengan dasar sosial dan pembangunan masyarakat,” jelas Haryono.


Ditambahkannya, pendanaan pembangunan sekolah ini berasal dari penyisihan laba BUMN. Empat persen laba yang disisihkan, dua persennya digunakan untuk hibah dan sisanya untuk program kemitraan. “Dana hibah akan digunakan untuk pendidikan dan sosial. Sedangkan dana kemitraan berupa pinjaman lunak kepada usaha yang layak untuk dibiayai. Ini membuktikan BUMN tidak hanya mencari untung semata, tapi juga menyalurkan keuntungannya kepada masyarakat,” jelas Haryono. Kapsek SDN 16 Nan Balimo Kota Solok Zulhermi, mengaku sejak 3 tahun silam 200 siswanya terpaksa menumpang belajar di Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) di Jalan Tunas Bangsa Tembok. Karena sekolah tersebut terbakar dan sebagian besar bangunan hangus. Kondisi ini diperburuk dengan gempa 6 Maret 2007 lalu. “Saya sangat bersyukur dengan adanya pembangunan sekolah ini. hingga para siswa dapat belajar dengan tenang dan nyaman. Semoga prestasi sekolah dapat bertambah dan menghasilkan lulusan terbaik,” harapnya.


Sementara Irzal Ilyas menyebut, pembangunan sekolah oleh BUMN merupakan bukti bahwa pendidikan bukan hanya tanggung jawab pemerintah semata. BUMN, pemerintah dan masyarakat secara bersama mewujudkan pencerdasan anak bangsa. “Dalam pembangunan fasilitas pendidikan, seringkali pemerintah terkendala dengan pendanaan. Namun beruntung pemerintah tidak sendiri dalam mewujudkannya,” ujar Irzal. Senada dengan itu, Aulizul Suib berharap pembangunan fasilitas pendidikan akan meningkatkan kualitas anak didik. Untuk itu, perlu perubahan dan peningkatan pola pendidikan seiring upaya mendorong peningkatan kemampuan tenaga pendidik. “Selain peningkatan kemampuan akademik, nilai-nilai kepribadian luhur juga perlu ditanamkan kepada setiap siswa,” harapnya. (az)


Tidak ada komentar: