12 Agustus 2007

Indosat Bantu SDU dan SDIT


Tanggal :
21 August 2007
Sumber : http://radarlampung.co.id/web/index.php?option=com_content&task=view&id=11153&Itemid=28

JAKARTA — PT Indosat merealisasikan program corporate social responsibility (CSR/tanggung jawab perusahaan terhadap masyarakat) dengan melanjutkan pemberian bantuan bagi Sekolah Dasar Unggulan (SDU) Iqro di Sigli dan Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Nurul Fikri di Nanggroe Aceh Darussalam (NAD). Direktur Utama Indosat Johnny Swandi Sjam menyebutkan, program bantuan pendidikan ini merupakan komitmen Indosat untuk secara terus-menerus membangun pendidikan di Indonesia, mengingat pendidikan merupakan hal yang sangat penting bagi masa depan bangsa.

”Bantuan pendidikan ini merupakan bagian dari kegiatan CSR Indosat. Kita fokus pada pendidikan dengan tema utama ’Indonesia Belajar’. Ini merupakan kelanjutan dari bantuan yang telah diberikan Indosat pada tahun 2005 pascabencana tsunami lalu, melalui pendirian dua sekolah dasar unggulan terpadu ini, yaitu SDU Iqro di Sigli dan SDIT Nurul Fikri di Aceh Besar,” papar Johnny belum lama ini.

Dia menyatakan, upaya yang telah kami mulai dan yang akan dilanjutkan ini akan menjadi langkah menuju kesejahteraan putra-putri di Aceh dalam membangun dan menata masa depan. Disebutkannya, bentuk bantuan yang diberikan oleh Indosat itu berupa program-program edukasi siswa dan sekolah berwawasan lingkungan, seperti penghijauan sekolah dan program motivasi berprestasi.

”Seperti kompetisi siswa yang dapat meningkatkan minat dan daya saing serta peningkatan kualitas perpustakaan melalui penambahan koleksi buku. Lalu, peralatan multimedia, komputer, peningkatan kualitas laboratorium IPA, kegiatan pelatihan para guru guna meningkatkan kualitas guru pengajar, dan pengembangan manajemen mutu sekolah,” tambahnya.

Sementara dari sisi pengelolaan dan sistem belajar, selain didukung guru-guru yang berkualitas, juga diterapkan sistem belajar terpadu yang mengaplikasikan sistem belajar dari Yayasan Nurul Fikri dan Yayasan Iqro yang sudah cukup dikenal memiliki sistem pendidikan yang baik. SDIT Nurul Fikri, misalnya, menggunakan sistem pengajaran full day school dengan kurikulum terpadu berbasis kompetensi, seperti kurikulum Alquran, praktik ibadah dan life skill, serta menggunakan pendekatan student active learning. Sementara, SDU Iqro menggunakan metode active & cooperative learning, integrated study, dan memperhatikan emotional spritual intelligence. Sehingga anak-anak Aceh kelak tak hanya unggul dalam pengetahuan, namun juga memiliki akhlak yang membanggakan untuk mencapai masa depan yang lebih baik.

Tidak ada komentar: