30 Oktober 2007

Telkom Dukung Penuh Lomba Keterampilan Penyandang Cacat

Tanggal : 30 Oktober 2007
Sumber: http://www.telkom-indonesia.com/telkom-peduli/kegiatan-sosial/telkom-dukung-penuh-lomba-keterampilan-penyandang-cacat.html

Bandung,
- PT. Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) mendukung penuh penyelenggaraan olimpiade keterampilan vokasional untuk penyandang cacat atau Abilimpik Nasional 2007. Kegiatan yang diresmikan penyelenggaraannya oleh Menteri Sosial RI Bachtiar Chamsah serta dihadiri oleh Mennaker RI Erman Suparno, Prof Dr Hayono Suyono, dan Direktur Human Capital dan General Affairs Telkom Faisal Syam tersebut berlangsung di Jakarta mulai 30 Oktober 2007. Telkom berharap dukungan tersebut dapat semakin meningkatkan pengertian masyarakat umum tentang kemampuan para penyandang cacat dalam keterampilan vokasional dan kemampuan berpartisipasi dalam kegiatan sosial ekonomi.

Vice President Public & Marketing Communication Telkom Eddy Kurnia menjelaskan bahwa dukungan terhadap penyelenggaraan kegiatan Abilimpik Nasional merupakan bagian dari tanggungjawab sosial perusahaan yang biasa dilakukan oleh Telkom.

Ketertarikan Telkom untuk mendukung penuh kegiatan Abilimpik Nasional 2007 didasari oleh keyakinan bahwa para penyandang cacat sebenarnya memiliki kemampuan untuk melakukan berbagai hal yang selama ini mungkin tak terbayangkan oleh masyarakat pada umumnya.

Dalam pandangan Eddy Kurnia, sudah saatnya masyarakat dan negara memandang para penyandang cacat sebagai aset nasional. ?Penyelenggaraan Abilimpik Nasional 2007 insya-Allah akan menunjukkan kepada kita bahwa kemampuan penyandang cacat, khususnya dalam keterampilan vokasional tidak bisa dipandang sebelah mata, bahkan banyak fakta menunjukkan bahwa ketidakberuntungan di satu sisi bisa menjadi keunggulan di sisi lain,? jelas Eddy Kurnia.

Abilimpik Nasional 2007 sejalan dengan dimulainya Dekade ke-3 yang dikenal sebagai Biwako Millenium Framework serta Millenium Development Goals. Dalam konteks persaingan, juga merupakan bagian dari antisipasi AFTA (Asean Free Trade Area). ?Semuanya itu menghendaki peningkatan mutu sumber daya manusia,? ujar Eddy.

Penyelenggaraan Abilimpik Nasional sangat berkaitan dengan visi CSR Telkom untuk membangun Indonesia cerdas. Menurut Eddy, kualitas sumber daya manusia adalah kata kunci. Itu sebabnya Tellkom selama ini banyak terlibat dalam mendukung berbagai upaya positif dan kongkret ke arah peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia. ?Sumber daya manusia penyandang cacat, tentu tak terkecuali,? ujarnya.

Abilimpik Nasional 2007 merupakan olimpiade keterampilan vokasional untuk penyandang cacat yang diselenggarakan dalam rangka mempersiapkan suatu kontingen tenaga kerja vokasional yang terampil untuk mewakili Indonesia mengikuti Abilimpik International VII di Shizuoko, Jepang.

Melalui Abilimpik Nasional 2007, diharapkan minat tenaga kerja penyandang cacat untuk menekuni bidang keterampilan vokasional terus meningkat, demikian pula tingkat kemadirian peserta semakin tinggi. Abilimpik Nasional 2007 merupakan wahana yang tepat untuk menyadarkan, mendorong dan memotivasi para pemuda untuk menekuni bidang-bidang vokasional dan pada saat yang sama juga menyediakan suatu lingkungan yang kondusif, sehingga keterampilan vokasional akan menjadi pilihan yang tak kalah peminatnya dengan jenis pekerjaan profesional lainnya.

Menurut Eddy, negara berkembang seperti Indonesia merupakan negara industri padat karya yang membutuhkan banyak tenaga terampil dibandingkan tenga kerja tamatan perguruan tinggi.

Abilimpik Nasional 2007 diikuti oleh para penyandang cacat dari 33 propinsi. Indonesia telah melaksakan tiga kali Abilimpik, di mana para juaranya telah mengikuti kegiatan Abilimpik International di Hongkong, Perth (Australia Barat) dan New Delhi (India).

Seleksi Nasional melalui Abilimpik Nasional ini diharapkan dapat membentuk tim tangguh untuk mewakili Indonesia dalam Abilimpik International VII di Shizuoko, Jepang.

Abilimpik Nasional 2007 memperlombakan sekitar 19 jenis keterampilan, yang terbagi atas jenis keterampilan kerja (vokasional) dan jenis keterampilan keluarga. Jenis keterampilan yang diperlombakan antara lain: Pembuatan halaman Web, pemrosesan data tingkat dasar dan tingkat mahir, perakitan PC, pembuatan kaki palsu, fotografi, perakitan mekanik, mengukir kayu, membuat keranjang rotan, perakitan elektronik dan pengujian, teknik penyambungan sirkit elektronik, dan lain-lain.

Kami berharap, penyelenggaraan Abilimpik Nasional 2007 benar-benar sukses dan mampu menggali secara optimal potensi keterampilan yang dimiliki para penyandang cacat di Indonesia,? ujar Eddy.

Tidak ada komentar: