20 September 2007

Unilever Sumbangkan Sekitar 5000 Produknya Untuk Korban Gempa Bengkulu Dan Sumatera Barat

Tanggal : 20 September 2007
Sumber : http://www.unilever.co.id/id/ourcompany/beritaandmedia/siaranpers/_2007/UnileverSumbangkanSekitar5000ProduknyaUntukKorbanGempaBengkuluDanSumateraBarat.asp

PT Unilever Indonesia Tbk. bekerjasama dengan Aksi Cepat Tanggap (ACT), Republika, Radio Delta dan Yayasan Nurani Dunia memberikan bantuan berupa produk-produk Unilever sebanyak 5.000 paket.

Untuk membantu meringankan penderitaan korban gempa bumi di Bengkulu dan Sumatera Barat, PT Unilever Indonesia Tbk. bekerjasama dengan Aksi Cepat Tanggap (ACT), Republika, Radio Delta dan Yayasan Nurani Dunia memberikan bantuan berupa produk-produk Unilever sebanyak 5.000 paket yang ditujukan bagi sekitar 25,000 jiwa. Bantuan yang disumbangkan berupa kebutuhan sehari-hari yang sangat diperlukan masyarakat, antara lain sabun mandi, pasta gigi, sikat gigi, shampo, dan obat nyamuk, serta sarung dan selimut.

„Visi Unilever Indonesia adalah menjadi pilihan utama bagi konsumen, customer/pelanggan dan masyarakat. Sebagai salah satu wujud nyata dari visi ini, kami memiliki agenda resmi untuk mendukung pengembangan masyarakat serta untuk membantu mereka yang membutuhkan melalui program tanggung jawab sosial (corporate social responsibility / CSR). Sebagai perusahaan yang tumbuh dan berkembang di Indonesia, sudah sepantasnyalah bila program bantuan dan pengembangan masyarakat menjadi satu hal yang mendapat perhatian besar,“ kata Sinta Kaniawati, General Manager Yayasan Unilever Peduli yang merupakan yayasan nirlaba di bawah PT Unilever Indonesia Tbk.

”Musibah gempa yang terjadi pada awal puasa sangat memilukan, pada saat buka puasa mereka tidak punya apapun untuk berbuka. Untuk itu Unilever juga menyumbangkan 10,000 kilo gram kurma dan biskut, serta 10.000 botol air mineral,” tambah Sinta.

Maya Tamimi, Program Manager Yayasan Unilever Peduli mengatakan, „Gempa bumi yang terjadi di Bengkulu telah meluluh lantahkan berbagai fasilitas umum seperti masjid, sekolah, pesantren, dan fasilitas umum lainnya. Pada saat kami berkunjung ke Bengkulu (17/9), kami juga sempat menyalurkan bantuan kepada warga di Pesantren Darunnaja. Dengan bantuan yang kami salurkan tersebut, kami berharap dapat sedikit meringankan penderitaan saudara-saudara kita yang tertimpa musibah.“

Senada dengan Maya, Andhika Purbo S, Partnership Officer ACT mengatakan, „Berdasarkan pemantauan kami di lapangan, masih banyak daerah yang belum menerima bantuan, diantaranya Kabupaten Pesisir Selatan, Sumateria Barat. Adapun bantuan yang sangat mereka butuhkan saat ini adalah : selimut, tenda, genset (untuk penerangan), tikar, air bersih, makanan siap saji, sembako, dan obat-obatan.“

Sinta mengatakan bahwa donasi Unilever ke warga Bengkulu dan Sumatera Barat ini distribusi atau penyaluran dapat terlaksana berkat kerjasama dengan para mitra yaitu ACT, Republika, Radio Delta, dan Yayasan Nurani Dunia. Sumbangan bantuan telah diserahkan kepada warga korban gempa secara bertahap sejak tanggal 16 September. „Kami sangat menghargai kerjasama dengan para mitra yang sudah berpengalaman menangani pendistribusian bantuan untuk korban gempa. Dengan kerjasama tersebut bantuan akan langsung diterima dengan cepat oleh Masyarakat Bengkulu dan Sumatera Barat. Tanpa kerjasama dengan mitra yang berpengalaman, akan sulit bagi kami untuk merealisasikan bantuan ini. Kami sadar penuh bahwa upaya yang dilakukan bersama akan memberikan dampak yang lebih besar bagi warga Bengkulu dan Sumatera Barat,“ kata Sinta.

„Untuk daerah Jambi dan Padang, Area Sales Manager (ASM) Unilever di kedua daerah tersebut juga turun tangan berkoordinasi dengan Yayasan Unilever Peduli dalam hal penyediaan produk. Selain itu kami juga mendapat dukungan penuh dari distributor lokal kami untuk mendistribusikan bantuan,“ tambah Sinta.

19 September 2007

BTN Gandeng Sampoerna Foundation Untuk Program CSR

Tanggal : 19 September 2007
Sumber : http://www.kapanlagi.com/h/0000191565.html


Kapanlagi.com - Bank Tabungan Negara (BTN) menjalin kerjasama dengan Sampoerna Foundation untuk menjalankan program peran sosial perusahaan (corporate social responsibility, CSR), yang dituangkan dalam Perjanjian Kerjasama yang ditandatangani kedua pihak di Kantor Pusat Bank BTN Jakarta, Rabu.

Dari pihak BTN diwakili Siswanto dan Fatchudin Direktur Bank BTN, sedangkan Yayasan Sampoerna diwakili Elan Merdy selaku pengurus.


Menurut Siswanto, program CSR yang dikerjasamakan dalam bentuk pemberian bea siswa Rp500 juta kepada 500 siswa-siswi SMA, anak debitur KPR Bank BTN yang berprestasi di sekolah.


Bank BTN akan menyiapkan beasiswanya dan Yayasan Sampoerna yang akan mengelola pemberian beasiswa tersebut. Keterlibatan Sampoerna dalam penyaluran beasiswa tersebut karena adanya keterbatasan jaringan dan sistem sehingga untuk menyalurkannya diperlukan kerjasama dengan institusi yang telah memiliki pengalaman, katanya.


Ia juga mengungkapkan, Bank BTN sudah cukup lama menjalankan program kepedulian terhadap masyarakat dan lingkungan sebelum program CSR ramai dibicarakan.


Program kepedulian masyarakat dan lingkungan sudah masuk dalam misi Bank BTN ke-5. Visi dan Misi secara formal sudah digariskan sejak 2000, namun kepedulian terhadap masyarakat dan lingkungan sudah masuk dalam misi bisnis.


Pihaknya telah melakukan kegiatan rutin seperti pemberian beasiswa kepada anak yatim piatu, pembangunan sekolah korban gempa, bantuan korban banjir, bantuan korban tsunami, penghijauan di kawasan Kemayoran, Puncak, Semarang, Yogyakarta, serta kegiatan sosial lainnya, kata Siswanto.


Selain beasiswa, Bank BTN untuk program CSR 2007 memfokuskan pada perbaikan prasarana lingkungan yang saat ini dikonsentrasikan di wilayah perumahan Jabotabek dengan perbaikan lingkungan, sarana air, dan penerangan jalan.


Ada tiga wilayah yang sudah menjadi proyek percontohan di Depok, Ciputat, dan Bogor. Namun dengan pertimbangan agar dapat dilakukan secara nasional sehingga bermanfaat bagi masyarakat banyak, Bank BTN mengajak Sampoerna Foundation untuk memberikan beasiswa bagi siswa-siswi debitur BTN yang berprestasi di sekolah.


Berdasarkan data 1976 sampai 17 September 2007, BTN telah merealisasikan kredit sebesar Rp52,1 triliun dengan jumlah debitur sebanyak 2.546.403. Dari jumlah ini yang sudah disalurkan untuk rumah bersubsidi (RSH) sebesar Rp19,2 triliun dengan jumlah rumah 1.902.417 unit.


Sementara tahun ini dari target kredit Rp7,4 triliun sampai dengan 17 September 2007 telah terealisasi Rp4,9 triliun, dan Rp2,3 triliun diantaranya disalurkan untuk RSH dengan jumlah rumah 62.536 unit.


Menurut Elan Merdy, saat ini sekitar 34,9 juta (hampir 50 persen) tidak bersekolah sehingga perlu difasilitasi melalui program CSR.