13 Maret 2006

Pelanggan Telkomsel Tembus 36 Juta Nomor

Tanggal : 13 Maret 2006
Sumber : http://www.bakrie-brothers.com/bb/index.php/content/view/3859/170/


JAKARTA, Suara Karya: Direktur Utama PT Telkomsel Kiskenda Suriaharja memastikan, hingga akhir tahun jumlah pelanggan Telkomsel menembus 36 juta nomor. Angka pertumbuhan pelanggan rata-rata saat ini telah mencapai 1,2 juta nomor per bulan.

Berdasarkan data Jumlah pelanggan yang tercatat hingga triwulan III 2006 sebesar 26,4 juta nomor. Sedangkan Sisa kekurangan 9,6 juta nomor akan sangat mudah dicapai sebelum memasuki tahun 2007.


\"Angka pertumbuhannya cukup bagus, walau saat ini sedang menjalankan program pemerintah, yaitu registrasi prepaid. Ternyata itu tidak berpengaruh terhadap angka pertumbuhan,\" kata Kiskenda, usai memberikan santunan kepada sekitar 623 anak yatim-piyatu di arena wisata Dunia Fantasi (Dufan) Ancol, Minggu (12/03).


Membaiknya angka pertumbuhan pelanggan itu juga tidak terlepas dari peran program sosial yangn dilaksanakan manajemen berupa Corporate Sosial Responsibilty (CSR) yang membantu kegiatan sosial, sehingga produk Telkomsel semakin dikenal. \"Hari ini kami memberikan bantuan kepada 26 Yayasan Sosial dan Panti Asuhan se Jabotabek. Ini kami berikan sesuai dengan pencapaian pelanggan kami,\" jelasnya.


Rata-rata pertumbuhan tahun ini, ungkapnya jauh lebih besar dari tahun 2005, yang hanya mencatat angka pertumbuhan sebesar 700 ribu nomor per bulan. \"Tapi tahun ini cukup besar, kalau 2005, rata-rata pertumbuhan per bulan mencapai 700 ribu nomor, maka saat memasuki 2006 setiap bulannya bertambah mencapai 1,2 juta,\" katanya.


Meski demikian, Kiskenda tidak menyatakan akan merevisi target yang semula dipatok pada angka sekitar 31 juta juta nomor pada akhir 2006, dari akhir 2005 yang mencapai 24,5 juta nomor.


\"Kita tidak merevisi, tapi tekad kita terus berupaya mencapai yang jauh lebih besar. Untuk mencapai ke angka 36 juta nomor masih diperlukan 9,6 juta nomor lagi higga akhir tahun,\" kata Kiskenda.


Terkait perkiraan sejumlah kalangan akan turunnya angka pertumbuhan pelanggan akibat kewajiban registrasi pelanggan prabayar, Kiskenda mengatakan, tidak bisa dijadikan patokan, karena batas waktu yang ditetapkan belum selesai.


Ia menjelaskan, hingga Februari 2006, dari 26 juta nomor pelanggan saat ini, sekitar 14 juta di antaranya telah teregistrasi.


Menurutnya, dalam mengimplementasikan teknologi terkini yang handal memungkinkan Telkomsel menghadirkan berbagai inovasi fasiliatasi nilai tambah (value added services) sehingga memberikan manfaat lebih bagi pengguna Telkomsel.


Meski demikian, ia menjelaskan, 2006 merupakan tahun tantangan sekaligus peluang bagi perusahaan, terutama dikaitkan dengan layanan seluler generasi ke tiga (3G), di mana Telkomsel sebagai pelopor diharapkan dapat memberikan yang terbaik bagi industri seluler di tanah air.


Jumlah pelanggan terbesar yang dicatat anak perusahaan PT Telkom Tbk itu, berasal dari area II kabotabek dan Jawa Barat, mencapai delapan juta nomor.Vice President Telkomsel Area II jabotabek dan Jawa Barat, Agoes Soekarno mengatakan, sampai akhir tahun, jumlah pelanggan bisa lebih dari 10 juta nomor, yang bahkan diprediksi masih akan meningkat. (Syamsuri)

23 Februari 2006

CSR Kaltim Prima Coal US$5 juta/tahun

Tanggal: 23 Februari 2006
Sumber: http://www.djmbp.esdm.go.id/modules/news/index.php?_act=detail&sub=news_minerbapabum&news_id=671

JAKARTA
: PT Kaltim Prima Coal (KPC) mengalokasikan dana US$5 juta setiap tahun bagi aksi corporate social responsibility (CSR) yang berbentuk tujuh program untuk masyarakat sekitar lokasi usahanya.

Harry Miarso, GM External Affair & Sustainable Development KPC, menjelaskan dana tersebut dialokasikan untuk masyarakat di Sangatta, Kutai Timur, Kaltim, tempat KPC beroperasi.

Menurut Harry, ketujuh program itu adalah pendidikan dan pelatihan, kesehatan masyarakat, pembangunan agribisnis, perbaikan infrakstruktur, pembinaan usaha kecil dan menengah, konservasi alam, dan meningkatkan kapasitas masyarakat.

Untuk program agribisnis, katanya, KPC membangun 300 hektare untuk penanaman kakao. Masyarakat setempat diberikan bibit, pupuk sampai kepada pelatihan mengenai penanaman itu.

"Untuk program agribisnis ini juga dibuatkan kolam udang untuk masyarakat di Desa Muara Bengalon," katanya dalam diskusi mengenai The Role of third sector organisations in philanthropy and corporate social responsibility yang digelar Universitas Trisakti di Jakarta, kemarin.

Program agribisnis lainnya adalah membangun perkebunan pisang dan peternakan ayam di Kampung Kabo.

KPC juga memberikan kredit mikro kepada masyarakat Bengalon dengan total peminjam tak kurang dari 700 orang.

Sedangkan pembangunan infrastruktur telah dilakukan program irigasi di Desa Sepaso, dan pembangunan jalan. Masyarakat setempat juga dimanjakan dengan fasilitas olah raga berupa pembuatan lapangan sepakbola.

Menurut Harry, PT KPC telah mengimplementasikan CSR di lingkungan tempat beroperasinya. Namun, dia tidak dapat menjawab pertanyaan rektor Usakti Thoby Mutis mengenai berapa persentase dana dari laba bersih perusahaan yang diberikan dalam program CSR kepada masyarakat setempat.

Thoby kemudian menjelaskan bahwa dana untuk CSR yang harus dialokasikan minimal 15% dari laba bersih usaha bagi setiap perusahaan. Karena, katanya, pada zaman penjajahan Belanda saja angka itu merupakan patokan bagi sebuah badan usaha untuk kepentingan masyarakat sekitar lokasi usaha.

"Itu waktu zaman Belanda, jika sekarang tentu idealnya lebih dari angka itu," katanya.