03 Februari 2006

Corporate Social Responsibility : Jasindo Takaful

Tanggal : 3 Februari 2006
Sumber : http://www.jasindo.co.id/index.php?option=news&task=viewarticle&sid=154&Itemid=2

Produk-produk jasa keuangan syariah saat ini semakin mendapat tempat di masyarakat Indonesia. Setelah perbankan syariah, geliat juga telah tampak pada produk asuransi yang dijalankan dalam koridor bisnis yang alami.

Dilihat dari sisi Corporate Social Responsibility (CSR), perkembangan ini pun seharusnya menjadi angin segar bagi berkembangnya aktivitas-aktivitas CSR. Bagaimanapun, konsep-konsep syariah dalam berusaha juga tidak pernah melupakan tanggung jawab sosial dalam setiap aktivitasnya.

Salah satu perusahaan asuransi yang telah cukup lama berkembang di Indonesia adalah PT. Asuransi Jasa Indonesia atau lebih dikenal sebagai Asuransi Jasindo. Demi mengikuti maraknya perkembangan bisnis syariah di Indonesia, Asuransi Jasindo membentuk satu unit usaha yang diberi nama Jasindo Takaful.

Jasindo Takaful mengelola dana premi (dana peserta) secara terpisah sesuai dengan kaidah-kaidah Islami, seperti menghindari gharar (ketidakjelasan), maisir (judi) dan riba (bunga). Peserta pun kemudian bisa memperoleh sisa bagi hasil selama masa pertanggungan dengan komposisi 70% untuk pengelola dan 30% bagi peserta.

Sebagai bentuk tanggung jawab sosial Jasindo Takaful pun menawarkan kepada para pesertanya untuk menyalurkan dana bagi hasil yang mereka terima tiap bulannya untuk kegiatan-kegiatan sosial. Menurut Firly Firoza dari Jasindo Takaful, hal ini merupakan penawaran yang bersifat sukarela. Namun ternyata justru mendapatkan reaksi yang menggembirakan dari para pesertanya.

"Banyak diantara mereka justru sangat apresiatif apabila bagi hasil yang seharusnya mereka terima bisa kita salurkan pada kegiatan-kegiatan sosial," ujar Firly. Karena itu mulai awal 2006 ini Jasindo Takaful bekerjasama dengan Dompet Dhuafa Republika, akan menyalurkan dana tersebut dalam aktivitas-aktivitas sosial, baik yang berupa pemberdayaan masyarakat miskin maupun kegiatan-kegiatan yang bersifat karitas.

Pada awal Januari 2006 lalu Jasindo Takaful telah menyerahkan dana bagi hasil para pesertanya, yang bersedia, untuk digunakan pada program-program sosial Dompet Dhuafa. "Rencananya kita akan kembali menyerahkan dana bagi hasil tersebut bulan ini," ungkap Firly. Ia pun menambahkan bahwa selama sekitar enam bulan terakhir 2005, Jasindo Takaful memang tidak memberikan bagi hasil kepada para peserta asuransinya. Hal tersebut dikarenakan dana premi yang dikelola masih belum memberikan keuntungan yang memadai.

"Sekarang, setelah memperoleh laba yang mencukupi, kita pun tidak lupa memberikan sarana bagi mereka yang ingin beramal, " tambahnya lagi.

13 Januari 2006

Hilton Peduli, CSR "Bintang Lima"

Tanggal : 13 Januari 2006
Sumber : http://www.dompetdhuafa.org/dd.php?w=indo&x=filantropi&y=detail&z=5af2909fcd6db2001b280c5dfc6b20da

Geliat CSR (Corporate Social Responsibility) tampak semakin besar dan menyentuh seluruh industri di tanah air, termasuk dari industri perhotelan. Seperti yang telah ditunjukkan oleh Jakarta Hilton International. Suasana kerja sehari-hari yang lux berbintang lima, ternyata tidak menjadikan manajemen dan karyawannya lupa melihat keluar lingkungan hotel mereka.

Dibawah payung "Hilton Peduli", manajemen hotel dan kelompok-kelompok karyawan yang ada seolah berlomba membuat program-program amal untuk masyarakat yang membutuhkannya. Padahal, Hilton Peduli sejatinya hanyalah salah satu program rutin divisi Public Relations di Hotel tersebut. Walaupun demikian, menurut PR Manager Jakarta Hilton International, Shakira Tamayanti, program yang satu ini tidak menjadi monopoli perusahaan dan manajemennya. Usulan, pelaksanaan, hingga pendanaan kegiatan-kegiatan dalam program Hilton Peduli juga bisa datang dari karyawan hotel.

Seperti saat Hilton Peduli pergi langsung menyantuni korban tsunami di Nanggroe Aceh Darussalam dan Sumatera Utara awal tahun lalu. Bantuan yang mereka kumpulkan bukan hanya dari perusahaan, namun juga dari sumbangan spontan karyawannya. Saat itu, donasi mereka dipercayakan kepada Palang Merah Indonesia untuk disalur-kan kepada para korban yang membutuhkan. Penyerahan pun bukan hanya dilakukan oleh wakil manajemen hotel berbintang lima berlian tersebut. Namun juga menyertakan perwakilan-perwakilan kelompok karyawan yang telah berperan mengumpulkan donasi.

Karena itulah Shakira Tamayanti dengan mantap bisa mengatakan bahwa seringkali manajemen hanya memfasilitasi kegiatan sosial yang diinisiasi para karyawannya. Dukungan perusahaan juga diperlihatkan dengan cukup seringnya ruangan-ruangan mewah di hotel tersebut digunakan untuk acara-acara amal. Seperti kerjasama yang dijalin oleh Hilton Peduli de-ngan Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa saat mengadakan Malam Amal di akhir November 2005 lalu. Peran Hilton Peduli kala itu tentu sangat besar untuk membawa atmosfer kepedulian ke tengah-tengah pusat bisnis ibukota.

Di luar itu, masih panjang lagi daftar kegiatan CSR telah dilakukan oleh hotel Jakarta Hilton International. Secara bergantian dan berkala, berbagai komponen dalam hotel tersebut mengada-kan acara-acara sosial dengan sasaran yang berbeda-beda. Donor darah, bantuan langsung ke panti asuhan serta santunan saat hari-hari besar keagamaan sudah menjadi bagian dalam aktivitas rutin di Jakarta Hilton International. Seperti acara buka puasa bersama masyarakat tidak mampu saat Ramadhan dan sumbangan hewan kurban saat Idul Adha yang baru lalu. Dan, tentunya, kita masih bisa berharap di tahun 2006 ini Hilton Peduli dapat terus berkiprah di tengah-tengah masyarakat yang membutuhkan.